CATATAN HARIAN SEORANG PEREMPUAN (SHSP) PART 2
Assalamulaiakum teman-teman semua, apa kabar kalian hari ini? semoga selalu baik dan sehat walafiat. Gimana sudah paham kan soal pembahasan part 1 kemaren? iya tentang kita sebagai perempuan mempunyai martabat dan harga diri yang sudah seharusnya orang lain menghargai kita? So, jangan bersedih lagi dan jangan pernah merasa kita tidak ada harga dirinya atau bahkan putus asa menjalani hidup. Tidak teman! kamu berkak atas hidupmu sendiri, yang terpenting jangan pernah keluar dari koridor kodrat perempuan yang seharusnya.
Aku menulis tentang martabat perempuan ini, karena aku pernah menjadi tempat curhat seorang teman yang pada saat itu dia mengalami kesedihan yang mendalam, merasa tidak dihargai hidupnya dan bahkan telah di injak-injak harga dirinya oleh seorang laki-laki. Aku tahu saat itu sangat berat yang sedang dia jalani, putus asa, dan tentu perasaan ingin mengakhiri hidup itu tentu ada. Saat itu aku sebagai teman cerita dia hanya bisa membantu doa dan terus mensupport dia bahwa " Apa yang sudah terjadi sudah, itu bagian dari masa lalu yang harus kita petik hikmahnya. Jika kesalahan itu juga bagian dari diri kita, kita harus bisa memaafkan diri sendiri dan memulai hidup baru. Jika itu murni kamu bagian dari korban, ini sudah menjadi takdir dan kamupun harus bangkit".-umi kultsum-
Pernah juga menjadi teman curhat serupa? Pasti sebagian dari kita pernah dicurhatin dan temen minta pendapat, atau nangis-nangis menyesal mengadu pada kita? itu hal wajar, itu artinya keberadaan kita dianggap spesial olehnya. Meski, terkadang kita belum mampu membantu atau memberi solusi, akan tetapi dengarkanlah ceritanya hingga selesai dan peluklah dia dan semangatin dia bahwa dia tetap berhak bahagia. Jangan, pernah kamu lantas menyalahkan kesalahannya, ini bukan saatnya. Ada saatnya di mana kamu harus menasehati dan merangkulnya. Sungguh, kadang aku miris ada teman yang curhat panjang kali lebar boro-boro ditenangin yang ada malah dijauhi. Kenapa? apakah kamu merasa paling baik dan suci? padahal kalaupun alasan " siapa kita dilihat siapa teman kita?"lantas apakah pantas kamu mengabaiakannya?Menurutku tidak! justru sebaliknya, jika kamu bisa membawa dia menjadi lebih baik dan hijrah bersamamu itu artinya kamu berhasil menjadi teman baiknya. Dan kata pepatah tadi, berlaku untukmuj.
okay gri'ls... sekarang mengerti kan ? Betapa pentingnya mendengarkan teman curhat. Dengerin aja dulu, beri dia solusi kalau kamu mampu, jika belum mampu dengarkan saja dulu beri tahu bahwa saat ini belum mempu memberikan solusi nanti InsyaAllah, jika bisa pasti kubantu itu sudah cukup menenangkannya. Sudah saatnyalah kita aware dengan lingkungan sekitar kita sendiri.
Begitulah teman-teman yang bisa kubahas hari ini, semoga apa yang kutulis ini bisa diambil hikmahnya, dan bisa menjadikan kita lebih peduli terhadap teman kita sendiri.Cobalah lebih peka terhadap lingkungan sekitarmu. Jangan cuek, atau malah merasa paling benar lantas kita bersikap acuh tak acuh. teman tidak tau apa-apa kau diamkan begitu saja? Mari istighfar bersama! jika dia salah tegurlah dengan cara yang baik!
Jakarta, 12 juni 2020
mau curhat? email:
umikultsum25@gmail.com
Komentar
Posting Komentar